PERSIAPAN UNTUK MENONTON SIARAN PIALA DUNIA TANPA DI ACAK ( DI DUBBING )

Perhelatan pesta sepakbola bergengsi yaitu WORLD CUP atau piala dunia sudah di ambang mata,Sebulan lagi kita di suguh kan dengan tim tim favorit kita berlaga,Spanyol,Belanda,Brazil,Argentina dan lain lain.
Cuman sayang nya khusus nya di negara kita Indonesia,mungkin tidak semua orang bisa menikmati tontonan tersebut.
.nonton piala dunia,nonton piala dunia gratis,cara nonton piala dunia,receiver untuk nonton piala dunia,KVISION,Cara nonton piala dunia lewat UHF,SET TOP BOX polytron,Antena uhf sigma 300,dimana bisa nonton piala dunia,
Karena siaran siaran TV pemegang hak siar World Cup  Brazil 2014  ,khusus nya AN TV dan TV ONE  siaran nya tidak
merata ke seluruh Indonesia,khususnya untuk yang tinggal di pelosok negri.
Itu bisa di maklumi karena keadaan geografis kita yang luas dan juga di perparah dengan tanah yang berbukit bukit dan bergunung.Tentunya daya pancar antena khusus nya pancaran UHF terganggu.Seperti kita ketahui pancaran gelumbang UHF akan menghilang jika banyak penghalang seperti bukit dan gunung.

Hanya kota kota besar saja yang bisa menikmati siaran live tontonan pertandingan sepak bola ini.Untuk yang tinggal di pelosok mungkin butuh perjuangan extra keras untuk menikmati nya.
Contoh nya sehari hari saja masyarakat di kampung aku menikmati tontonan televisi lewat antena  parabola dengan menggunakan satelit palapa atau telkom yang berada di atas sana.
Yang tentunya siaran world cup tidak akan di siarkan lewat satelit palapa atau telkom karena melanggar peraturan hak siar.Tentu bukan perjuangan yang mudah untuk bisa menikmati tayangan lewat parabola,meskipun begitu para tracking satelite dan pejuang tracking satelit berjasa besar ketika ada tayangan pesta sepakbola akbar ini seperti rekan rekan di FORUM BERANDA SATELIT DAN FORUM SATELIT dan forum forum lainnya ,yang tentunya selalu berjuang mencari siaran ke satelit negara negara lain yang kemudian share atau membagikan kode kode biss serta chanel chanel  yang entah kenapa masih ada juga di luar negri sana yang menyiarkan nya walaupun dengan trick trick tracking tentunya..
Perjuangan yang lain untuk bisa menonton siaran piala dunia  ini adalah memaksimalkan daya receiver antena UHF,walau sedikit sulit tapi bagi masyarakat Garut Selatan bisa memanfaatkan daya pantul Gunung Cikuray , percaya atau tidak gunung ini bisa memantulkan sinyal UHF digital yang di pancarkan dari kawasan kota Bandung.Yang namaya juga sinyal pantul tentu tidak sehebat signal asli nya,tapi lumayan daripada tidak dapat sama sekali.
Dan sudah saya coba menggunakan antena UHF merk sigma S-300 yang di arahkan ke Gunung Cikuray,yang tentunya menggunakan penguat atau booster UHF  merk DX dan menggunakan receiver antena UHF atau yang dikenal dengan DVBT-2 digital terestrial ( tv digital ) yang kebetulan saya memakai merk Polytron ,Alhamdulilah walau pun signal pas pasan tapi lumayan untuk antisipasi   menjelang piala dunia ketika siaran di parabola di acak.

Update jam 01 .32 tgl 13 Juni 2014 acara pembukaan siaran sepakbola world cup bisa di tonton di RTTL ( timor leste di satelit telkom Transponder 3776/H/4280,acakan pake biss.Alhamdulilah masih ada yang bisa di tonton. 

Baca juga : Hak Siar Kompetisi Liga 1 Gojek Traveloka Indonesia Musim 2017.( Parabola).

DVBT-2 ini saya beli dengan kisaran 450 rebu sampai 500 rebu rupiah.Receiver ini berformat mpeg4 dan di lengkapi dengan fitur fitur canggih seperti deteksi sunami dan lain lain,yang tentunya bergambar jernih tanpa semut dan tidak berbayang.
Catatan..perlu dingat...
Tidak semua daerah Garut Selatan menerima sinyal pantul dari Gunung Cikuray ini.
Receiver ini pengganti receiver tersetrial DVBT yang pertama kali di buat yang dulu berformat mpeg2 dan kebetulan  sekarang receiver yang mpeg2 sudah tidak ada siaran nya lagi.
Mudah mudahan receiver terrestrial ini yang di kenal dengan DVBT-2 versi terbaru bisa dipakai untuk nonton piala dunia dan  di harapkan untuk selamanya..
Tapi bisa jadi juga ada kemungkinan  siaran sepakbola di receiver antena digital DVBT-2 ini  siaran sepakbola nya di acak juga,karena sistem digital bisa memungkinkan  untuk di acak,apalagi kalau sudah masuk urusan bisnis penyiaran,kalau begitu kita berdoa saja mudah mudahan kita bisa nonton di receiver antena ini.Tapi kalau pun di acak juga seperti parabola yah apa hendak di kata ,emang nasib saja walaupun kita hidup di negara subur dan makmur tapi tak bisa menikmati tontonan sepakbola ini,,mungkin hanya orang kota saja yang bisa....hehehe,,kita pindah yu ke kota ,,hahahaha
Kita mungkin bisa mengandalkan tracking ke satelit lain yang masih berbesar hati menyajikan siaran piala dunia ini.
Kita tunggu saja nanti,di acak atau tidak.????????? 

Mau nonton streaming piala dunia bisa anda tonton di sini
Bagi yang belum mengetahui receiver DVBT-2 ini baca artikel ini yang saya KUTIP dari situs resmi :
.http://tvdigital.kominfo.go.id/?page_id=7

Tentang TV Digital

Siaran televisi digital di Indonesia sudah tidak dapat terelakkan lagi keberadaannya. Sistem penyiaran digital merupakan perkembangan yang sangat pesat di dunia penyiaran dimana terdapat peningkatan kapasitas layanan melalui efisiensi pemanfaatan spektrum frekuensi radio. Sistem penyiaran televisi digital bukan hanya mampu menyalurkan data gambar dan suara tetapi juga memiliki kemampuan multifungsi dan multimedia seperti layanan interaktif dan bahkan informasi peringatan dini bencana.
Mulai awal tahun 2012, Indonesia melalui Peraturan Menteri Kominfo No. 05 tahun 2012, mengadopsi standar penyiaran televisi digital terestrial Digital Video Broadcasting – Terrestrial second generation (DVB-T2) yang merupakan pengembangan dari standar digital DVB-T yang sebelumnya ditetapkan pada tahun 2007. Dalam hal ini, pemerintah berusaha untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan menganggapnya sebagai suatu peluang bagi pengembangan industri penyiaran nasional ke depan. Sebelum menetapkan standar digital tersebut, pemerintah terlebih dahulu melakukan kajian dan konsultasi publik dengan melibatkan para stakeholders terkait. 
Penyiaran televisi digital terrestrial adalah penyiaran yang menggunakan frekuensi radio VHF / UHF seperti halnya penyiaran analog, akan tetapi dengan format konten yang digital. Dalam penyiaran televisi analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi signal akan makin melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Lain halnya dengan penyiaran televisi digital yang terus menyampaikan gambar dan suara dengan jernih sampai pada titik dimana signal tidak dapat diterima lagi. Singkat kata, penyiaran TV digital hanya mengenal dua status: Terima (1) atau Tidak (0). Artinya, apabila perangkat penerima siaran digital dapat menangkap sinyal, maka program siaran akan diterima. Sebaliknya, jika sinyal tidak diterima maka gambar-suara tidak muncul.
Dengan siaran digital, kualitas gambar dan suara yang diterima pemirsa jauh lebih baik dibandingkan siaran analog, dimana tidak ada lagi gambar yang berbayang atau segala bentuk noise (bintik-bintik semut) pada monitor TV. Pada era penyiaran digital, penonton TV tidak hanya menonton program siaran tetapi juga bisa mendapat fasilitas tambahan seperti EPG (Electronic Program Guide) untuk mengetahui acara-acara yang telah dan akan ditayangkan kemudian. Dengan siaran digital, terdapat kemampuan penyediaan layanan interaktif dimana pemirsa dapat secara langsung memberikan rating terhadap suara program siaran.
Semua negara harus telah menetapkan tahun migrasi dari siaran analog ke digital. Negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat bahkan telah mematikan siaran analog (analog switch-off) dan beralih ke siaran digital. Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa selambat-lambatnya implementasi penyiaran digital dimulai tahun 2012 dan di tahun-tahun berikutnya di kota-kota besar yang telah bersiaran digital akan dilakukan analog switch-off.  Dalam roadmap implementasi penyiaran televisi digital, Pemerintah merencanakan bahwa tahun 2018 akan dilakukan analog switch-off secara nasional. Oleh karena itu, sejak kini masyarakat dan para pelaku industri agar mempersiapkan diri untuk melakukan migrasi dari era penyiaran televisi analog menuju era penyiaran televisi digital.
 Tagsss..nonton piala dunia,nonton piala dunia gratis,cara nonton piala dunia,receiver untuk nonton piala dunia,KVISION,Cara nonton piala dunia lewat UHF,SET TOP BOX polytron,Antena uhf sigma 300,dimana bisa nonton piala dunia,





Tentang TV Digital

16 Responses to "PERSIAPAN UNTUK MENONTON SIARAN PIALA DUNIA TANPA DI ACAK ( DI DUBBING )"

  1. Sip,,makasih info nya gan,,,sukses selalu yaaa...salam kenal dari juragan baso

    ReplyDelete
  2. Upami daerah cigintung bakal aya teu boss??

    ReplyDelete
  3. Mahal nya ongkos mau nonton aja harus keluar modal lagi,,susah emang hidup di kampung,,,,,hahahaha

    ReplyDelete
  4. Juragan baso,Putra asgar,Rita ,,makasih ya atas kunjungan nya,,,,untukm putra asgar ,catatan asal pandangan kita ke gunung cikuray tidak terhalang bukit,,maka signal juga akan bebas tidak terhalang,,,sekedar pengalaman pribadi,,kalau teori nya saya kurang paham...@rita...emang susah neng hidup di kampung kalau urusan nya mau nonton bola,,,hehehe

    ReplyDelete
  5. Beredar kabar katanya piala dunia pakai receiver DVBT-2 pun tetap akan di acak,jadi mungkin harus beralih ke antena analog lagi,,,sayang jelek sinyal tv one nya.

    ReplyDelete
  6. masa harus berlangganan K_Vision,,waduh mana mahal lagi,,ampun brow,,,

    ReplyDelete
  7. Tv one dan anteve daya pancar nya di analog jelek didaerah saya kang,,kalau stasiun tv anu sanes mah sae,,,jiga na 2 tv eta mah teu dimodalan nya antena pemancar na....hahahaha

    ReplyDelete
  8. Jajaka subang,,upami di subang mah bakal sae atuh da tos di kota...

    ReplyDelete
  9. Anonim,,iyah panginten ,,hehehe,,maklum kahihilapkeun panginten,,,nyangki na teh tos seluruh indonesia daya pancar na teh

    ReplyDelete
  10. kabar nya pake dvbt 2 akan di acak,,hanya pakai siaran analog,,,,industri sepakbola ,,masyarakat yang harus menanggung,,tiap tahun ganti berganti tv langganan,,,tak ada yang propesional

    ReplyDelete
  11. betul bos pake receiver dvbt-2 ternyata di acak,,betul betul tv lokal yang dua ini tidak mendukung digitalisasi siaran televisi,betul betul faktor bisnis yang berkuasa....sedih aku gan...lihat indonesia kaya gini

    ReplyDelete
  12. iya ambil hikmah nya aza gan,,habis gimana lagi,,tapi katanya tv yang satunya lagi pake acakan biss gan,,coba merapat..

    ReplyDelete
  13. Ingin lihat piala dunia harus ke desa sebelah brjarak 2 km, padahal di Tulungagung, masih di jawa. Gmana yg diluar jawa. Ya Alloh.. Astaghfirulloh

    ReplyDelete
  14. Uang wae yg jd pertimbangan.....gak jadi lah pilih prabowo-hatta....tv-nya ARB (pendukung) peliiiiiitttt......

    ReplyDelete
  15. Herru,,iya sama di sini juga ,,terkadang hanya bisa gigit jari...

    ReplyDelete
  16. @danis,,,ya begitulah namanya juga bisnis mas brow,,jadi weh begitu,semuanya dipersulit...waduh...repot,

    ReplyDelete

makasih kawan